Wedang Kopi Prambanan, ini pernah disinggahi oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani lho.

Lokasinya hanya 200 meter ke timur dari kompleks Candi Prambanan.

Selain ngopi, makanan dan camilan yang dijual di sini juga masih tradisional.

Beberapa makanan yang direkomendasikan di Warung Kopi Prambanan adalah nasi ayam dan sayur asem,

tempe garit, garang asem, singkong rebus, aneka sate, dan lainnya.

Jiwa Jawi, Untuk yang ingin nongkrong dan menjauh dari kebisingan kendaran bermotor di kota Yogyakarta, bisa melipir ke Bangunjiwo, Bantul.

Di situlah lokasi dari tempat makan satu ini, Jiwa Jawi.

Suasa tempat makan ini sangat njawani, dengan pintu gerbang bersimbol tiga lingkaran spiral, halaman luas,

pendopo, dan taman belakang, kamu dijamin betah di sini.

Menu-menu rekomendasi di sini ada single origin, aneka wedang, nasi ayam serai, nasi ayam kecombrang, dll.

Oase, kalau tempat nongkrong di Jogja yang ini berlokasi di tengah kota, tepatnya di Jalan Tamansiswa.

Walaupun di wilayah ramai kendaraan berlalu-lalang, Oase dikelilingi pepohonan rindang.

Ada pendopo sebagai bangunan utama, lengkap dengan bangku dan meja kayu.

Kopa Kopi Purwanggan letaknya juga masih di pusat kota.

Bedanya, kedai kopi ini agak masuk ke dalam gang, sehingga suara motor tidak begitu menggaggu.

Bangunan di Kopa Kopi juga mengadaptasi konsep Jawa, yaitu dengan pendopo sebagai tempat nongkrongnya.

Lokasinya seolah berada di halaman belakang rumah, jadi suasananya nyaman khas rumahan.

 

The House of Raminten, Tak ada alasan kemalaman untuk pergi nongkrong, mengapa? Karena The House of Raminten ini buka 24 jam.

Duit mepet? Tenang di sini kamu bisa pesan menu nasi kucing yang harganya sangat terjangkau, minumannya

juga tak menguras kantong.

Kalau mau kumpul-kumpul di akhir pekan, usahakan untuk tidak datang di jam sibuk, biasanya antara pukul

18.30-22.00 WIB supaya tak perlu antre lama.